Ketiga, pelatihan pengelolaan SDM, keuangan, dan gudang yang digelar satu tahap. Pada pelatihan ini, peserta dilatih untuk memahami pentingnya integrasi antarunit kerja serta bagaimana mengelola usaha secara efisien dan profesional.
“Kami banyak menemukan bahwa aspek manajerial seringkali menjadi kendala di tingkat pabrik. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat koordinasi internal dan kemampuan manajemen agar operasional menjadi lebih optimal,” tambahnya.
Seluruh kegiatan pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga pelatihan profesional sejak Juni 2025. Materi pelatihan disusun berdasarkan masukan dari pelaku industri dan hasil evaluasi kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Temy berharap dukungan dari DBHCHT dapat terus dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri tembakau di Blitar.
“Semoga hasil dari pelatihan ini bisa dirasakan langsung oleh para pekerja dan berdampak positif pada kinerja industri secara keseluruhan,” tutupnya. (adv/kmf)










