“Untuk masalah pengisian BBM biasanya memang dilakukan dari 0, namun karena waktu itu kemungkinan banyak yang antre dan mempersingkat waktu masalah antrean oknum karyawan tersebut melakukan dengan cara berbeda, itu yang dianggap oleh masyarakat tidak fair, sehingga kami merekomendasikan adanya pembinaan terhadap operator ataupun karyawan SPBU, karena motto dari Pertamina adalah senyum, sapa, salam,” ucapnya.
Sementara itu Yusuf Supervisor SPBU Panarukan mengatakan jika dirinya akan segera memanggil dan memberikan pembinaan sesuai arahan Diskoperindag.
“Saya akan bersikap tegas jika ada karyawan yang tidak profesional menghadapi konsumen, dan akan segera memanggil untuk kembali diberikan pembinaan,” pungkasnya. (///////)










