Malang, seblang.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang melakukan evaluasi terhadap SD Negeri 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari, yang saat ini hanya memiliki 45 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola pendidikan berjalan optimal dengan mempertimbangkan kondisi geografis, aksesibilitas, serta kecukupan sarana dan prasarana sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistiawan, mengatakan bahwa jumlah siswa yang terbatas tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, diperlukan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek di lapangan.
“Nanti akan kita evaluasi secara komprehensif. Sekolah ini secara geografis memang berada di wilayah yang relatif jauh dari beberapa desa,” ujar Bagus Sulistiawan saat diwawancarai awak media di SMPN 1 Singosari, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, faktor jarak tempuh siswa menjadi perhatian utama dalam evaluasi tersebut. Akses jalan, kondisi transportasi, serta keterjangkauan sekolah bagi peserta didik dari desa sekitar akan menjadi bahan kajian sebelum pemerintah daerah menetapkan langkah lanjutan.
Bagus menambahkan, Bupati Malang H.M. Sanusi juga memberikan perhatian terhadap kondisi SDN 3 Toyomarto dan berkenan melakukan evaluasi bersama. Hal ini menegaskan bahwa setiap kebijakan di sektor pendidikan tidak diambil secara tergesa-gesa.
“Pak Bupati juga berkenan melakukan evaluasi. Kira-kira sarana dan prasarana penunjang apa yang dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan sekolah ini,” katanya.
Selain itu, Dinas Pendidikan akan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah serta pengawas pendidikan guna memperoleh gambaran utuh terkait kondisi riil di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi sekolah, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
“Mungkin nanti kami juga akan berkomunikasi dengan pihak sekolah dan pengawas. Permasalahan seperti jarak tempuh dari desa sekitar, transportasi, dan hal lainnya akan kami kaji lebih lanjut,” jelasnya.
Bagus mengungkapkan, jumlah siswa SDN 3 Toyomarto saat ini tercatat sebanyak 45 siswa. Evaluasi ini bertujuan memperbaiki tata kelola pendidikan agar selaras dengan kebutuhan, baik dari sisi jumlah peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana, maupun kecukupan tenaga pendidik.
“Evaluasi ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola, mulai dari jumlah siswa yang ideal, sarana dan prasarana yang memadai, hingga jumlah tenaga pendidik yang sesuai,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Malang menegaskan bahwa wacana penggabungan atau merger sekolah tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap kebijakan akan melalui kajian teknis dan sosial yang matang dengan mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima.
Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan kepentingan peserta didik dalam setiap kebijakan pendidikan. Evaluasi SDN 3 Toyomarto diharapkan menghasilkan rekomendasi yang tepat, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Malang./////










