“Jadi kami berharap, instansi-instansi lainnya dapat meniru apa yang telah dilakukan oleh Kapolresta. Lihat skill-nya dan jangan lihat fisik-nya, beri kesempatan mereka untuk bekerja dan berkarya,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan pengukuhan yang telah diberikan oleh komunitas disabilitas di Kota Malang tersebut.
Pamen Polri yang tak pernah meninggalkan lukisan ayam jagonya ini mengaku selama ini ia memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas karena memiliki potensi yang besar.
“Apa yang telah kami lakukan ini, bukan karena berlandaskan kasihan, namun lebih kepada memberikan kesempatan yang setara sesuai dengan potensi dan skill saudara-saudara disabilitas ini miliki,”kata Kapolresta Malang Kota.
Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya telah membuat program Polresta Malang Kota Donasi Gerakan Peduli (Makota Sigap) yang merupakan gerakan donasi yang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat, namun juga untuk para penyandang disabilitas, khususnya yang ada di wilayah Kota Malang.
“Makota Sigap itu adalah saluran untuk penyaluran donasi kepada yang membutuhkan dan akan kita wujudkan dalam bentuk barang. Seperti tadi, ada salah satu teman disabilitas yang hampir tidak pernah keluar rumah selama 30 tahun,”tutur Kombes Budi Hermanto.
Dengan adanya bantuan kursi roda dari Makota Sigap, saat ini penyandang disabilitas tersebut bisa melihat dunia luar. Ia berharap hal tersebut bisa menjadi contoh bagi instansi pain agar dapat lebih peduli dan menghargai kondisi para penyandang disabilitas, khususnya di wilayah Kota Malang.
“Penghargaan ini menjadi semangat kami dan anggota Polresta Malang Kota untuk terus dapat menggandeng saudara kita Penyandang Disabilitas agar bisa berkontribusi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya,”pungkas Kombes Budi. (hms/NV)











