”Ini sungguh ironi ketika di depan rapi tetapi di belakangnya kondisinya seperti itu. Bisa dilihat dan cek sendiri kalau tidak percaya bisa langsung masuk. Banyak anjing dan binatang liar di dalam situ, ada puluhan mungkin,” ujar Yudha di ruang kerjanya pada Senin (2/9/2024).
Selanjutnya dia mengungkapkan, pihaknya banyak mendapat keluhan warga. Untungnya masyarakat yang tinggal di sekitar lahan PT Pertani usianya sepuh-sepuh.”Jadi tidak terlalu bergejolak dan agresif begitu. Coba orangnya muda-muda lain ceritanya. Kami juga mohon segera dibersihkan secara total. Jangan ketika ada WA begitu ada action memang cuma yang di tepi-tepi jalan saja. Kami berharap itu secara total serius ditangani jangan menjadi semak-semak,” tambah Yudha.
Karena lokasinya di tengah kota kalau menjadi hutan kota itu bagus. Tetapi kalau semak-semak di tengah kota menjadi ironi.”Sedangkan Pemerintah Banyuwangi itu kan lagi menggalakan kebersihan keindahan dan kesehatan lingkungan. Karena kalau mengandalkan kita juga itu bukan wilayah dari kelurahan, apalagi sumber dana yang ada juga terbatas,” pungkas Yudha.
Sementara Pimpinan Cabang PT Pertani Persero Banyuwangi Karyanto, ketika dihubungi WA belum memberikan jawaban. Ketika wartawan media ini mencoba menelpon via WA sampai berita ini ditulis juga tidak diangkat.










