Dinas PU CKPP Banyuwangi Susun Master Plan Drainase Perkotaan Atasi Genangan Air

by -1450 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Foto dokumen ketika kawasan Kantor Pemda Banyuwangi tergenang air kala musim hujan dengan curah tinggi.


Alternatif lainnya mengatasi genangan air di depan kantor Pemda, kata Komang,  dengan memaksimalkan saluran air yang ada. Komang menjelaskan bahwa di depan kantor pemda ada saluran menuju ke timur, tetapi volumenya kecil dan bisa diperbesar. Kemudian ada juga wallet di depan pemda ke utara, salurannya secara rutin harus dibersihkan.

“Sehingga air dapat mengalir melalui saluran tersebut ke sungai utaranya SD Brawijaya menuju saluran di bawah Roxy. Kemudian menuju ke pasar segitiga berlian, lalu ke timur ke kawasan pulau santen,” bebernya.


Komang menambahkan, master plan ini dibuat dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk pimpinan kecamatan dan kelurahan yang wilayahnya terdampak.

Rapat koordinasi penyusunan master plan drainase perkotaan di kantor Dinas PU CKPP Banyuwangi

“Target kita tahun 2024. Kita ajukan anggarannya setelah master plan ini tuntas. Jika anggaran cukup kita laksanakan yang terbaik dan tercepat. Jika anggaran belum mencukupi, kita lakukan hal-hal yang sifatnya memperlancar jangan sampai terjadi genangan air lebih dari satu jam,” terangnya.

Komang menegaskan, meski master plan telah disusun sebaik mungkin tetapi jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, maka hasilnya akan percuma. Sampah akan menutup saluran air mengakibatkan banjir dan genangan air.

“Kami dengan DLH dan Dinas Pengairan bersinergi bersama-sama membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Saluran air yang juga dijadikan irigasi, jika terjadi hujan lebat akan dijaga oleh petugas pengairan untuk mengatur aliran air,” tandasnya.

Sementara Wito, salah satu warga Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, yang rumahnya kerap kebanjiran akibat limpahan air dari genangan air di kawasan Kantor Pemda menyambut baik master plan tersebut. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk membuat resapan air yang banyak di wilayah permukimannya tersebut.

“Lingkungan Stendo ini wilayahnya cekung. Jadi air dari mana-mana masuk kesini. Semoga saja Master plan yang direncanakan Dinas PU CKPP dapat mengurangi banjir di wilayah sini. Kalo boleh usul resapan air juga dibuat disini, karena kalo tergenang air butuh waktu 4 – 5 hari baru surut,” ucap Wito dengan berharap.//////

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *