Banyuwangi, seblang.com – Kebijakan pemerintah melaksanakan moratorium penerimaan aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia, berdampak negatif khususnya dalam bidang pendidikan. Saat ini tidak sedikit sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah definitif.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi, Suratno, saat ini tercatat 143 sekolah yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) di Banyuwangi. Terdiri dari 142 Sekolah Dasar (SD) dan 1 SMP.
“Karena gelombang pensiun Kepala Sekolah (Kasek) memang beberapa waktu terakhir seperti itu. Walaupun kemarin sempat terisi tetapi ada lagi yang menyusul pensiun setiap bulan ada,” ujar Suratno
Dia menuturkan untuk guru dan tenaga pendidik dalam satu tahun rata-rata ada sekitar 500 ASN yang memasuki purna tugas atau pensiun. Sementara tenaga yang masuk tidak berimbang. Tahun lalu kuota guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ada 126 orang.
Sehingga pendekatan Dinas Pendidikan Banyuwangi melakukan rasionalisasi dengan cara melakukan kajian dan pemetaan (maping) SD yang jaraknya berdekatan, jumlah siswanya tidak terlalu besar akan dimerger.












