Banyuwangi, seblang.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi melantik kepengurusan PCNU Banyuwangi masa khidmat 2026–2031, Sabtu (4/4), di GOR Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi NU Banyuwangi untuk kembali menguatkan barisan. Bukan hanya di level pengurus, tetapi hingga ke akar rumput yang selama beberapa tahun terakhir dinilai kurang terjamah.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Rais Syuriyah dijabat KH Fachruddin Mannan, sementara Ketua Tanfidziyah dipegang Ahmad Turmudi.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Dimulai dari pembacaan syahadat, lantunan ayat suci Al-Qur’an, hingga selawat Nabi, yang dipimpin langsung oleh perwakilan PBNU.
Sejumlah tokoh lintas sektor hadir dalam acara ini. Mulai Forkopimda, para kiai, ormas Islam, pengusaha, pimpinan partai politik, hingga kepala perangkat daerah. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan mantan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas juga tampak hadir. Dari PBNU diwakili KH Muhib Aman Ali, sedangkan PWNU dihadiri KH Misbahul Munir dan KH Muh Balya Firjaun Barlaman.
Ketua Syuriyah KH Fachruddin Mannan menegaskan, kepengurusan baru siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokusnya jelas: pendidikan, pembangunan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Dengan peningkatan pendidikan seperti menyatukan pondok pesantren, insyaallah PR di Banyuwangi bisa diselesaikan dan daerah ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Ahmad Turmudi langsung memberi sinyal gerak cepat. Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder, terutama dalam urusan sosial kemasyarakatan.
“Kami tidak bisa hidup sendiri, begitu juga pemerintah daerah. Kolaborasi dan sinergi akan terus kita bangun,” tegasnya.
Turmudi juga mengakui, dalam beberapa tahun terakhir konsolidasi di tingkat bawah belum maksimal. Dampaknya, banyak ranting yang minim aktivitas dan merindukan gerakan keumatan dari PCNU.
Karena itu, usai pelantikan, pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi internal bersama jajaran Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah, dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menyusun program prioritas.
Tak berhenti di situ, PCNU juga akan merangkul seluruh lembaga dan badan otonom (Banom) untuk bergerak bersama hingga ke level paling bawah—ranting, bahkan berbasis masjid dan musala.
“Kita akan gerakkan bersama sampai bawah. Sampai ranting, sampai masjid dan musala. Ini penting karena banyak yang merindukan kehadiran NU,” ujarnya.
Ketua panitia pelantikan, H. Junaedi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia menyebut keberhasilan pelantikan tak lepas dari dukungan banyak pihak.
“Terima kasih kepada para kiai, pengurus PCNU, aparat keamanan, Banser, Pagar Nusa, serta semua pihak yang telah membantu,” ucapnya.
Bupati Ipuk Fiestiandani juga menyampaikan selamat kepada kepengurusan PCNU Banyuwangi yang baru. Ia menegaskan, peran NU selama ini menjadi bagian penting dari kemajuan Banyuwangi.
“Pemkab siap mendukung Nahdlatul Ulama untuk mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik,” katanya.
Ipuk berharap, kepengurusan baru mampu memperkuat persatuan ulama sekaligus menjadi teladan kepemimpinan bagi generasi penerus.
“NU harus menjadi perekat dan pemersatu. Mari kita kolaborasi untuk membangun Banyuwangi,” ujarnya.










