“Kami menyadari kalau lowongan kerja di perusahaan jumlahnya masih terbatas. Untuk itu Banyuwangi melakukan berbagai cara untuk menciptakan peluang kerja selain menyediakan lowongan pekerjaan. Seperti dengan memberikan pelatihan dan berbagai wadah kreativitas,” kata Bupati Ipuk.
Salah satunya Pemkab menggelar “Program Ayo Kursus” yakni program pelatihan kerja bagi SDM daerah. Pada tahun 2022 lalu sebanyak 1400 orang telah lulus pelatihan berbagai bidang kerja. Mulai pelatihan mencukur rambut (barbershop), menjahit, digital marketing, hingga pemberian bantuan alat usaha.
Pemkab juga rutin menggeber inkubasi pengusaha muda melalui program Jagoan Banyuwangi. Anak-anak muda Banyuwangi diberikan mentoring cara berbisnis di era digital, hingga stimulus modal usaha senilai ratusan juta rupiah.
“Dengan berbagai program yang kita lakukan ini harapannya tidak hanya mengandalkan lowongan pekerjaan tapi juga bisa membuka lapangan kerja mandiri,” tegas Ipuk.
Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Abdul Kadir, sebanyak 70 perusahaan yang mengikuti kegiatan Job Fair terdiri atas berbagai bidang. Seperti bidang pekerjaan industri, rumah sakit, retail, otomotif, manufaktur, pertambangan, keuangan dan perhotelan. Juga tersedia penempatan kerja keluar negeri di sektor formal dan informal.
“Selain perusahaan-perusahaan dalam negeri yang membuka lowongan di berbagai bidang, juga ada perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang menawarkan lowongan pekerjaan keluar negeri. Pelamar bisa datang langsung ke lokasi atau memasukkan lamaran secara online,” ujar Kadir. (*)










