Didukung Denmark dan Wahid Foundation, 300 Perempuan Banyuwangi Diberdayakan Kelola Lahan Tak Produktif

by -19 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Di Desa Bangsring, lahan wanatani seluas 3 hektar memanfaatkan bekas tambang pasir yang sebelumnya tidak produktif. Para perempuan akan didampingi oleh perguruan tinggi mitra, mulai dari proses pembibitan, budidaya, hingga panen. Program pendampingan ini akan berlangsung hingga September 2025.

“Dalam mengelola lahan tersebut, para perempuan akan didampingi oleh perguruan tinggi yang menjadi mitra. Mulai dari pembibitan, hingga budidaya dan panen,” jelas Siti Kholisoh.

Selain itu, dalam program Eco Space masyarakat—khususnya kaum perempuan—juga mendapat edukasi dan pelatihan tentang budidaya tanaman sayur, beternak, serta pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan kotoran ternak.

“Tujuan program ini untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi keluarga,” lanjutnya.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono turut mengapresiasi inisiatif ini. Ia menyebut program tersebut sebagai langkah konkret menghadapi tantangan perubahan iklim dengan pendekatan berbasis masyarakat dan kearifan lokal.

“Kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar nyata untuk memulihkan kembali lingkungan berbasis *local wisdom*. Tempat ini akan jadi pusat edukasi, dialog, dan aksi lingkungan bagi masyarakat Banyuwangi. Harapannya ini terus berkelanjutan,” kata Mujiono.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Denmark dan Wahid Foundation atas kepercayaan untuk menjalankan program tersebut di Banyuwangi.///////

iklan warung gazebo