Dialog Migran Care Jember Tegaskan Calon Bupati Mendatang Perhatikan Perlindungan dan Regulasi PMI

by -259 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono


Menanggapi dialog pekerja migran di tingkat kabupaten, Cabup Nomor Urut 02 Gus Fawait berjanji akan memperhatikan persoalan yang dihadapi oleh PMI.

“Memang ini bentuk komitmen saya, bahwa ada keseriusan dari pemerintah yang akan datang. Untuk menangani terkait masalah PMI yang ada di Kabupaten Jember,” ucap Gus Fawait.


“PMI adalah pahlawan kita, pahlawan Kabupaten Jember, penyumbang devisa kita. Maka ke depan perda yang terlambat di Jember ini, harus kita bahas secepatnya, karena perda menyangkut hajat hidup PMI sebagai pahlawan devisa kita,” imbuhnya.

Terkait dengan pekerja migran prosedural dan unprosedural, lanjut Fawait, tidak perlu dilakukan pemisahan.

“Itu wewenang sesungguhnya (persoalan prosedural dan unprosedural) di Pemerintah Pusat. Bagi pemerintah kabupaten tidak perlu ada pemisahan antara prosedural dan yang non prosedural, yang penting mereka sudah bekerja di luar negeri, wajib kita perhatikan, baik keluarganya termasuk pasca mereka pulang,” katanya.

Gus Fawait menambahkan, pihaknya juga telah menandatangani komitmen kepada PMI.

“Bahwa kita punya komitmen untuk nasib PMI yang lebih baik. Bagi kami pemerintah kabupaten, asal mereka sudah kembali ke Indonesia, maka itu harus kami perhatikan, terkait masalah keluarganya ataupun pasca mereka pulang terkait dengan pemberdayaannya. Jadi tidak ada pembeda bagi pemerintah kabupaten harusnya,” paparnya.

Sementara itu, Tim Pemenangan Paslon nomor urut 01 Cabup Hendy Siswanto, yang diwakili oleh Hanafi. Pada masa kepemimpinan Hendy kemarin, rancangan perda terkait hal tersebut sudah disampaikan ke DPRD.

“Rancangan Perda sudah disampaikan ke DPRD, tinggal nanti Perda seperti apa. Apakah kemudian mampu mengakomodasi kepentingan-kepentingan stakeholder utama. Maupun stakeholder yang terkait dengan buruh migran,” ucap Hanafi.

Untuk pembahasan lebih lanjut soal perlindungan terhadap pekerja migran. Nantinya akan disampaikan kepada Cabup Hendy Siswanto.

“Karena kaitannya dengan komitmen harus dilakukan oleh beliaunya. Maka ini suratnya kami bawa. Saya akan sampaikan kepada beliau (Hendy Siswanto). Untuk materi yang disampaikan oleh beliau. Jadi sebetulnya saya membawa PPT (materi Power Point), dan beliau sendiri yang membuat. Hanya saja tadi (saat dialog) tidak ada kesempatan untuk menampilkan itu,” ungkapnya.

“Jadi apa yang saya sampaikan (dalam dialog) itu bukan murni dari pikiran saya. Tapi itu yang sudah dilakukan oleh beliau. Perdanya kan masih belum dan masih rancangan dan belum ditetapkan. Kalau sudah ditetapkan tentunya turunannya adalah perbub. Jadi alurnya begitu,” imbuhnya.

Menanggapi soal diskusi dalam dialog, ada banyak kritik yang disampaikan Gus Fawait. Kata Hanafi, hal itu lumrah dalam persaingan politik.

“Ya itu sudah biasa, kan sebagai penantang ya. Harus banyak mengkritik. Kalau penantang kemudian mengekor dari apa yang kami lakukan kan tidak ada simpatik,” ungkapnya.

“Saya menanggapinya biasa. Karena dia menantang dan memang banyak melakukan kritik dan juga banyak bersemangat. Harus menggebu-gebu supaya mampu menarik perhatian publik, supaya memilih dia,” tutupnya.g

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *