Devi PMI Banyuwangi Menderita Sakit di Singapura Bapaknya Minta Sponsor Segera Memulangkan ke Indonesia

by -701 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Supriyono, Ayah Devi Anggar Sari/ PMI asal desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi didampingi putranya menunggu antrian menyampaikan pengaduan di kantor BP2MI Banyuwangi


Banyuwangi, seblang.com – “Sebagai bapak mengharapkan dan meminta agar putri kami Devi Anggar Sari yang saat ini menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura bisa dipulangkan secepatnya.”

Ungkapan tersebut disampaikan Supriyono (Ayah Devi Anggar Sari/ PMI asal desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi disela-sela mengadukan nasib putrinya di kantor Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi pada Kamis (02/02/2023).

Menurut Supriyono, berdasarkan penuturan anaknya, sesampai di Negara Singapura Devi langsung diantarkan oleh agency di rumah majikan. Sempat bekerja selama 4 hari tangannya mengalami sakit dan ngilu serta ditandai dengan bengkak di lengan sebelah kanan. Sempat diobati dengan minyak urut namun tetap tidak kunjung membaik. Tangan Devi tidak kuat jika terus digunakan untuk bekerja.

“Setiap kali Devi telfon dengan keluarganya selalu menangis dan merasa kesakitan di tangannya. Devi menelfon keluarganya menggunakan HP milik temannya yang juga merupakan PMI asal Jawa Barat sebab HPnya diminta oleh majikan,” jelas pria asal dusun Krajan desa Kedunggebang tersebut.

Dia menuturkan majikan Devi sudan mengantarkan untuk berobat medis dengan di rontgen dan belum ada haslinya. Putrinya juga sudah menghubungi pihak agency namun pihak agency mengatakan tidak mau tahu dan peduli. Selain itu jawaban Pak Pras pihak PT Flamboyan Gemajasa pun Juga tidak peduli dengan hal ini.

“Dengan pendampingan Migran Care pihaknya mengharapkan agar sponsor bertanggung jawab untuk segera memulangkan putri dengan keadaan sehat,” ujarSupriyono.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *