Desa Tuliskriyo Blitar Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum

by -15 Views
Wartawan: M Adip Raharjo
Editor: Herry W. Sulaksono

Blitar, seblang.comPemerintah Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar, menggelar sosialisasi perlindungan anak berhadapan dengan hukum, Senin (15/07/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Perlindungan Khusus Anak ini difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Blitar.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Blitar Hankam Indoro Camat Sanankulon, serta berbagai undangan dari kader posyandu, ibu-ibu PKK, perwakilan pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya di Desa Tuliskriyo.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Blitar, Hankam Indoro, menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini bertujuan mendorong peran aktif desa dan kelurahan dalam upaya perlindungan anak.

“Salah satu cara untuk menekan angka anak yang berhadapan dengan hukum adalah dengan melibatkan desa dan kelurahan. Kami mengadakan sosialisasi serta penguatan di tingkat desa, agar bersama-sama bisa menjaga dan mendampingi para remaja di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Hankam juga menyampaikan bahwa selama tahun 2024, terdapat 86 kasus anak yang berhadapan dengan hukum di Kabupaten Blitar. Kasus-kasus tersebut mencakup persetubuhan, kekerasan atau bullying, pencurian, serta beberapa pelanggaran hukum lainnya.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap angka tersebut bisa terus berkurang, bahkan kalau bisa tidak ada lagi kasus serupa,” katanya.

Hankam menambahkan, pengembangan program semacam ini juga diupayakan melalui usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa. Dari total 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar, pihaknya membuka ruang agar semua bisa mengusulkan kegiatan terkait perlindungan anak melalui Musrenbang secara bergilir.

Namun, ia juga mengakui bahwa saat ini anggaran yang tersedia di unit DP3AP2KB masih lebih banyak dialokasikan untuk penanganan kasus yang sudah terjadi, baik terkait perempuan maupun anak.

Sementara itu, Kepala Desa Tuliskriyo, Mashuriono, menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan realisasi dari usulan Musrenbang tahun sebelumnya. Menurutnya, Desa Tuliskriyo menjadi salah satu desa inklusi percontohan di Kabupaten Blitar yang aktif melibatkan berbagai kelompok masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo