Setelah kirab usai, panji pusaka diserahkan secara simbolis kepada kepala desa. Penyerahan ini dilakukan di hadapan warga dan tamu undangan dengan suasana penuh khidmat, dengan iringan gamelan memberikan nuansa budaya yang kuat.
Rangkaian bersih desa akan terus berlangsung hingga akhir pekan. Puncaknya digelar pada malam Minggu dengan pagelaran wayang kulit dan khotmil Qur’an. Selain itu, kegiatan selanjutnya yakni ritual ngruwat murwokolo dijadwalkan berlangsung pada Selasa Pon, di minggu berikutnya.
Bagas menjelaskan bahwa seluruh elemen masyarakat terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari lembaga desa seperti BPD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, hingga ketua RT-RW, para penggerak PKK, ibu-ibu kader Posyandu, Karang Taruna, serta seluruh warga Desa Rejowinangun. Semuanya berpartisipasi dengan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama desa.
Acara tersebut juga dihadiri Sekcam Kademangan, Kepala UPT Puskesmas Kademangan, Kepala Sekolah SD Rejowinangun dan beberapa tamu undangan.
“Masyarakat kita jalani kegiatan ini dengan tulus. Kita ingin mengisi kehidupan di desa ini dengan rasa syukur dan kebersamaan, serta menjaga hubungan baik antarwarga,” tutup Bagas.










