“Ilmu membuat cobek ini saya dapatkan dari keluarga saya mas,ini turun-temurun,bahkan pesanan untuk sekarang pun kami kuwalahan dikaranekan kurangnya tenaga,” ucap Munaji
Membuat cobek dari batu memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan cobek semen. Diawali dengan memecahkan batu pasir menjadi beberapa bagian yang diinginkan. Kemudian dibentuk seperti piring dan dihaluskan dengan mesin penghalus yang mirip digunakan pengrajin batu akik.
Harganya pun tergolong murah, biasanya satu cobek di jual kisaran mulai harga Rp.50.000 hingga Rp.175.000 per biji
Siapa sangka, cobek dari Desa gambiran kecamatan gambiran ini begitu disukai di seluruh Indonesia, karena selain dari Jawa sendiri, juga ada yang dari luar daerah pulau Jawa
Kepala desa Gambiran H.Eko Hadiriyanto saat ditemui media mengatakan ia selaku pemerintah desa selalu mendorong perkembangan,serta kemajuan masyarakatnya. “Terobosan-terobosan untuk kemajuan masyarakatbakan terua kami lakukan agar masyarakat khususnya desa gambiran lebih sejahtera lagi” pungkas H.Eko.//)












