Banyuwangi, seblang.com – Di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, para ibu rumah tangga telah menemukan cara cerdas untuk meningkatkan pemasukan ekonomi keluarga mereka dengan ternak jangkrik. Dalam upaya berkelompok, mereka berhasil membentuk Kelompok Jangkrik Sejahtera, yang terdiri dari 17 orang, sebagian besar adalah ibu rumah tangga.
Kelompok ini menjalankan usaha ternak jangkrik di sebuah gudang bekas penyelepan padi milik warga setempat. Ternak jangkrik dilakukan dalam boks berukuran sekitar 3 x 1 meter, dengan masing-masing boks berisi sekitar 5 ons bibit jangkrik. Proses panen jangkrik hanya memerlukan waktu sekitar 26 hari hingga satu bulan.
Mengagumkan, 1 ons bibit jangkrik bisa menghasilkan sekitar 10 kilogram jangkrik siap panen. Dengan harga jangkrik sekitar Rp 30.000 per kilogram di pasaran, satu boks ternak jangkrik mampu menghasilkan sekitar Rp 1,5 juta. Lebih menggembirakan lagi, biaya operasional untuk ternak jangkrik relatif kecil, hanya sekitar Rp 1 juta per boks, yang digunakan untuk bibit dan pakan jangkrik.
Sebagai hasilnya, rata-rata satu boks ternak jangkrik dapat memberikan keuntungan sekitar Rp 500 ribu. Oleh karena itu, memiliki beberapa boks adalah hal yang sangat menguntungkan dan dapat memberikan tambahan pemasukan tiap bulan.
Selain gudang tersebut, beberapa anggota kelompok juga memelihara jangkrik di rumah masing-masing. Meskipun usaha ini sangat menjanjikan karena permintaan yang tinggi dari berbagai daerah seperti Bali, Malang, Surabaya, dan lainnya, kelompok ini hanya memiliki total 35 boks.









