“Untuk mencegah penyebarannya kita bisa awali dengan melakukan 3M yakni: Menutup tempat penampungan air, Menguras tempat penampungan air, serta Mengubur barang-barang bekas yang bisa menimbulkan genangan air. Bahkan dikembangkan konsep 3M Plus yaitu konsep 3M ditambah dengan kegiatan lain seperti fogging (Pengasapan), menyebar Abate dan lain sebagainya”, jelasnya.
Priyo Suhartono yakin, Pemerintah Kota Blitar khususnya melalui Dinkes Kota Blitar telah melakukan banyak strategi untuk mencegah penularan dan penyebaran DBD, dan masyarakatpun pasti sudah banyak yang mendapat informasi tentang bahaya dan cara pencegahannya, tapi setidaknya dengan diadakannya kegiatan ini kita diingatkan kembali dan juga menambah informasi baru terkait penanganan DBD di Kota Blitar.
“Dalam bulan bhakti Gertak Gugah DBD ini semoga mampu meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk untuk memutus rantai penyebarannya, serta dapat menginspirasi kampung yang lain untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungannya agar terhindar dari wabah DBD, imbuhnya.
Nyamuk yang dikenal juga dengan nama Aedes Aegypti ini suka bertelur di air yang bersih dan tenang, juga bersarang di rumpun-rumpun yang rimbun dan kotor, maka dari itu dengan Menutup, Menguras, dan Mengubur barang bekas serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan pasti bisa diberantas si nyamuk nakal ini./////











