“Itu belum termasuk kerugian materi,” kata Irjen Toni.
Kejadian laka di perlintasan sebidang kata Irjen Toni bukan sekedar masalah musibah tapi ada masalah hukum.
“Dengan langkah-langkah kita kemudian muncul apresiasi yang kita juga berikan pada Ibu Gubernur, Bupati, Walikota yang peduli terhadap masalah ini dan mereka menyisihkan anggaran belanja daerahnya untuk membangun pintu kereta, dan menyiapkan penjaga untuk itu,”ungkap Irjen Toni.
Kapolda Jatim ini juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah baik tingkat Provinsi,Kota dN Kabupaten yang sudah turut peduli terhadap keselamatan masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Bupati, Walikota untuk ini, tetapi yang lain semoga juga bisa terus melakukannya, sehingga tidak lagi bergelimpangan masyarakat-masyarakat kita yang kehilangan jiwanya, akibat ketidak pedulian para pejabat publik,”tutur Irjen Toni.
Menurut keterangan Kapolda Jatim, ada enam pejabat kepala daerah di Jawa Timur yang sudah peduli terkait perlintasan sebidang itu.
“Saat ini sudah ada 23 Kabupaten yang sudah menganggarkan pembangunan palang pintu perlintasan sebidang dan 6 sudah melaksanakan pembangunan,” pungkas Kapolda Jatim. (*)










