Banyuwangi, seblang.com – Delapan nama calon Ketua Dewan Tanfidz mencuat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi, Minggu (5/4/2026).
Muscab PKB kali ini berlangsung dinamis dan penuh semangat konsolidasi. Forum strategis ini menjadi panggung penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan PKB Banyuwangi lima tahun ke depan.
Sejak pagi, rangkaian kegiatan Muscab berjalan lancar, tertib, dan khidmat. Kegiatan dimulai dari sidang pleno, laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan program kerja, hingga penetapan mekanisme pemilihan Ketua Dewan Tanfidz.
Semangat kebersamaan tampak kuat di antara para peserta yang merupakan kader dari berbagai tingkatan. Kehadiran tokoh nasional dan daerah turut memperkuat bobot Muscab kali ini.

Salah satu pengurus DPP PKB, Dr. Hj. Anggia Erma Rini, memberikan arahan strategis terkait perjuangan PKB di tingkat pusat. Sementara H. Badrut Tamam, perwakilan DPW PKB Jawa Timur, menegaskan pentingnya soliditas serta arah perjuangan yang jelas di daerah.
Turut hadir anggota DPR RI dari PKB, H. M. Nasim Khan, yang menunjukkan besarnya perhatian pusat terhadap Banyuwangi sebagai basis strategis PKB di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.
Dukungan juga datang dari jajaran legislatif provinsi hingga tokoh ulama Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Ahmad Turmudzi. Kehadiran mereka mempertegas sinergi antara kekuatan politik dan kultural yang menjadi fondasi utama PKB.
Dari internal partai, jajaran pengurus DPC PKB Banyuwangi hadir lengkap, mulai dari Dewan Syura yang dipimpin KH. Abdul Ghoffar LZ hingga Ketua Dewan Tanfidz Nur Faizin.
Konsolidasi besar ini juga melibatkan pengurus DPAC se-Banyuwangi, kader akar rumput, serta para alim ulama.
Salah satu momen krusial dalam Muscab adalah diumumkannya daftar calon sementara Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Banyuwangi. Awalnya, terdapat tujuh nama yang dipetakan oleh DPP PKB, yakni:
Hj. Ma’mulah Harun, Arvy Rizaldy, H. Muhammad Ali Mahrus, H. Susiyanto, Inayanti Kusumasari, Dr. Zaki Al Mubarok, dan Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah.
Namun, suasana sidang menghangat ketika peserta dari DPAC secara serempak mengusulkan satu nama tambahan, yakni KH. Moh. Ali Makki (Gus Makki).
Usulan tersebut langsung mendapat respons dari pimpinan sidang yang dipimpin Dr. Hj. Anggia Erma Rini.
“Ada tambahan satu nama yang diusulkan oleh peserta Muscab, yakni Kiai Haji Ali Makki Zaini,” ujar Anggia saat memimpin sidang pleno IV.
Dengan persetujuan forum, nama KH. Moh. Ali Makki resmi dimasukkan dalam daftar calon sementara, sehingga total terdapat delapan kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi Ketua Dewan Tanfidz.
Menariknya, dalam dinamika forum, nama KH. Moh. Ali Makki disebut sebagai usulan paling dominan dari peserta Muscab. Dukungan kuat dari akar rumput ini menjadi sinyal adanya dorongan perubahan dan penguatan kepemimpinan berbasis kultural.
Muscab VI DPC PKB Banyuwangi pun menjadi lebih dari sekadar agenda rutin organisasi. Kegiatan ini menjelma menjadi arena konsolidasi besar, pertarungan gagasan, sekaligus penentu arah masa depan partai.
Dengan komposisi kandidat yang beragam—mulai dari unsur legislatif, struktural partai, hingga tokoh ulama—persaingan menuju kursi Ketua Dewan Tanfidz dipastikan berlangsung ketat, penuh strategi, dan sarat dinamika politik internal.
Kini, publik Banyuwangi menanti siapa yang akan terpilih memimpin PKB Banyuwangi dan membawa partai berlambang bumi bintang sembilan ini melangkah lebih kuat di masa mendatang.///////










