Ia menambahkan, Banyuwangi memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, Kodim 0825 akan bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta media lokal dalam menyosialisasikan pentingnya kemandirian pangan.
“Kita tidak hanya menjaga pertahanan dari sisi militer, tetapi juga ikut memastikan rakyat kita kuat dari sisi pangan. Ketahanan nasional itu berawal dari ketahanan masyarakatnya sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dandim juga memberikan kenang-kenangan istimewa kepada redaksi Seblang.com berupa peluru meriam yang dikemas artistik dalam bingkai dinding. Hadiah itu menjadi simbol sinergi antara kekuatan pertahanan dan kekuatan informasi.
“Peluru ini bukan simbol kekerasan, tapi keteguhan dan semangat. Media dan TNI punya tujuan yang sama — menjaga bangsa ini tetap kokoh,” tutur Letkol Triyadi.
Tak hanya berbicara tentang sinergi, Dandim juga sempat bercerita mengenai inovasi digitalisasi sistem kendali meriam yang pernah ia kembangkan saat bertugas di satuan Artileri Medan.
“Dulu, waktu menembakkan meriam secara manual butuh 10 menit. Sekarang dengan sistem digital, satu menit sudah siap tembak dan tepat sasaran. Itu bukti bahwa TNI terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” ungkapnya dengan bangga.
Kunjungan yang berlangsung santai dan penuh makna itu diakhiri dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Suasana keakraban menggambarkan semangat baru dalam membangun sinergi antara TNI dan insan media untuk Banyuwangi yang lebih aman, produktif, dan sejahtera.











