Dia menyebut, kerukunan di Patoman ini sudah terbentuk secara alami. Bukan dibuat-buat. Menurutnya, di Desa Patoman ada pemeluk agama Hindu, Budha, Kristen dan juga Islam. Semuanya hidup berdampingan dan rukun.
“Pura banyak, Masjid dan Musala banyak. Satu dengan yang lain tidak pernah ada gesekan. Kita terapkan betul nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Usai kunjungan di Kampung Pancasila, Danpusterad memberikan pengarahan kepada para staf, Danramil dan Babinsa Kodim 0825/Banyuwangi di Aula Makodim setempat.
Setibanya di halaman Makodim 0825 jajar kehormatan memberikan hormat kepada Danpusterad dan semua Babinsa menyambut antusias dengan menyanyikan lagu mars Babinsa.

Danpusterad menyampaikan ucapan Terimakasih kepada Keluarga Besar Kodim 0825/Banyuwangi yang telah menyambut kedatangannya.
“Saya salut sama Babinsa disini. Kerjanya bagus. Kehadiran Babinsa harus bisa dirasakan masyarakat, memberikan solusi, meringankan masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya seperti yang tertuang dalam delapan wajib TNI,” ucapnya.
Selain itu, kata Letjen TNI Teguh, Babinsa harus mampu dan terus meningkatkan komunikasi sosial, manajemen teritorial, pengumpulan data dan analisa sesuai aspek geografi, demografi dan kondisi sosial di lapangan.
“Sebagai peranan ujung tombak TNI AD dibidang teritorial adalah Babinsa. Dalam melaksanakan tugasnya, Babinsa harus menguasai lima kemampuan teritorial, diantaranya kemampuan cegah dini deteksi dini lapor cepat,” pungkasnya.////









