Potensi kekayaan dan keindahan alam, seni budaya dan kuliner kota Gandrung mampu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berbondong – bondong menikmati liburan di Banyuwangi.
Apalagi dalam bulan Mei Banyuwangi Festival (B Fest) siap menyajikan beberapa even yang menarik bagi penggemar mancing di Pantai Bimorejo Wongsorejo, bersepeda onthel di kota Banyuwangi dan menyaksikan festival paralayang di kecamatan Kalibaru, imbuh Rofiq.
Selain itu dalam bulan ini Banyuwangi akan mengikuti gelaran pameran wisata terbesar di Jawa Timur (Jatim) di kota Surabaya. “Dalam even tersebut akan kami tampilkan game-game menarik yang mampu mengundang wisatawan untuk datang ke Banyuwangi. Misalnya kuis yang berhadiah nginap gratis di hotel destinasi wisata dan resto. Kami masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan beberapa pihak yang mendukung program pembangunan dan pengembangan pariwisata Banyuwangi,” tambah Rofiq.
Di masa mendatang tim kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama stakeholder terkait akan terus melakukan inovasi dan mencari terobosan baru agar Banyuwangi mampu menjadi magnet wisatawan untuk datang.
Rofiq menambahkan khusus bulan ini inovasi yang ditawarkan adalah program tiket gratis masuk beberapa destinasi bagi wisatawan yang memiliki nama Mei atau May.” Wisatawan yang datang sekitar 80 persen adalah grup; bareng keluarga, kerabat, teman atau pacar. Pada program ini pemilik nama yang ada lafal “Mei” dijamin gratis tetapi temanya yang bernama April Juni Juli dan seterusnya tetap bayar,” ujar Rofiq sambil bercanda.
Lebih lanjut dia mengungkapkan pihaknya berharap para pelaku wisata dan ekonomi kreatif Banyuwangi mampu memanfaatkan momen long weekend secara optimal.
“Inovasi dan terobosan tim kreatif kami akan terus dilakukan evaluasi secara berkala dan ada perbaikan serta penyempurnaan sebagai upaya memunculkan kreasi, hal-hal baru dan unik yang mampu menarik minat wisatawan datang ke Banyuwangi,” pungkas Rofiq.











