Situbondo, seblang.com – Keresahan menyelimuti warga Kelurahan Dawuhan Parse, Kecamatan Situbondo. Puluhan warga nekat menutup akses jalan sebagai bentuk protes terhadap salah satu keluarga yang dinilai tidak kooperatif terkait status kelahiran seorang bayi dari putri mereka yang tidak memiliki identitas ayah yang jelas.
Polemik tersebut memuncak karena warga merasa dibohongi oleh keterangan yang berubah-ubah dari pihak keluarga bersangkutan. Merasa ada kejanggalan, warga akhirnya mengadukan persoalan ini ke Mapolres Situbondo, setelah upaya mediasi di tingkat kelurahan dan RT menemui jalan buntu.
Ketua RT setempat, Hosen, mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan mediasi yang menghasilkan kesepakatan. Pihak keluarga diminta melaporkan dugaan pelecehan seksual ke polisi guna mengungkap ayah biologis bayi tersebut, atau bersedia meninggalkan lingkungan RT.
“Dari kesepakatan itu, keluarga memilih melaporkan kasus ini ke polisi agar jelas siapa ayah biologis bayi tersebut. Namun kenyataannya, sudah lebih dari satu bulan janji itu tidak ditepati. Mereka belum melapor apa pun,” ujar Hosen dengan nada kecewa, Senin (26/1/2026).
Kegeraman warga semakin memuncak setelah ayah kandung dari perempuan yang melahirkan bayi tersebut memberikan keterangan yang dinilai berbelit-belit. Awalnya ia mengaku bayi tersebut merupakan hasil adopsi, namun belakangan diketahui bayi itu adalah anak kandung putrinya sendiri.
Ketidakkonsistenan pernyataan tersebut memicu berbagai asumsi di tengah masyarakat. Warga mulai mencurigai adanya dugaan tindakan tidak senonoh yang disembunyikan di internal keluarga.
“Setiap kali pertemuan, keterangannya selalu berubah-ubah dan tidak masuk akal. Akhirnya warga sepakat menutup akses jalan yang biasa dilalui keluarga tersebut. Ini bentuk protes sekaligus tuntutan agar kesepakatan awal dijalankan,” ujar salah seorang warga.
Menyikapi situasi yang semakin memanas, Lurah Dawuhan bersama Bhabinkamtibmas kembali turun ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif guna meredam emosi warga agar tidak terjadi tindakan anarkis.
Pihak kelurahan meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum, mengingat pengaduan warga telah masuk ke kepolisian.
“Saya berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan anarkis. Mari kita percayakan penanganan masalah ini kepada pihak yang berwenang,” ujar Lurah Dawuhan, Ivan.
Hingga berita ini diturunkan, akses jalan masih dalam pengawasan warga. Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan segera mendalami laporan tersebut guna mengungkap polemik kelahiran bayi di Kelurahan Dawuhan Parse, Kecamatan Situbondo./////////











