“Di Banyuwangi memiliki kopi yang aromanya khas banget karena faktor alam. Dimana dekat dengan laut dan gunung. Biji kopi yang dihasilkan semakin terasa aromanya. Kopi tersebut pada dasarnya adalah biji dari buah. Nah, ketika sari dari buah masuk dalam biji tersebut, maka akan menimbulkan rasa fruity,” jelas Bram.
Seperti diberitakan sebelumnya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Republik Indonesia (RI), Angela Tanoesoedibjo, meleksanakan program peninjauan langsung program Homestay naik kelas di Banyuwangi pada Rabu (06/07/2022)
Wamen Angela mengungkapkan kekaguman terhadap Banyuwangi dengan segala inovas, terobosan dan keramah tamahan masyarakatnya yang mampu pengunjung dan warga pendatang dari luar daerah terkesan.
“Tadi sudah melihat beberapa homestay di Banyuwangi program ini mudah-mudahan menjadi replika bagi beberapa daerah lain,” jelas Wamenparekraf RI Angela.
Pemkab Banyuwangi dalam sepuluh tahun terakhir tidak mengizinkan pendirian hotel melati atau kelas tiga kebawah. Untuk mendukung program pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata, pemerintah memberdayakan potensi rumah milik warga yang disulap menjadi homestay.
Sementara Kadisbudpar Kabupaten Banyuwangi Bramuda menyampaikan, inovasi homestay naik kelas merupakan upaya peningkatan ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan oleh warga.
Selain itu juga diperkuat dengan kebijakan daerah yang membatasi pendirian hotel bintang tiga ke bawah yang tentunya memperkuat pengembangan homestay di Banyuwangi.”Pembatasan ini tentu upaya untuk mengangkat homestay-homestay warga supaya efeknya terasa langsung kepada warganya,” ungkap Bramuda.////











