Sasongko menuturkan pihaknya bersama pemuda Kampung Ujung ingin membetulkan pintu dam tersebut. Bahkan pernah mencoba memakai minyak rem namun belum berhasil karena menemukan fakta dan kenyataan di lapangan ternyata besi dengan rel untuk membuka/menutup dam tersebut sudah lengket.
Oleh kerena itu, lanjut dia satu-satunya orang yang mengerti masalah teknis seperti ini adalah pihak Dinas PU Pengairan. “Kalau kami sudah angkat tangan, karena kami sudah mencoba melakukan suatu hal dengan para pemuda di sini agar pintu air dapat berfungsi kembali, namun belum berhasil,” imbuh Sasongko.
Dengan berfungsinya dam air di kawasan Kampung Ujung minimal mengurangi sedimentasi yang dari arah selatan menuju utara yang kebetulan saat ini sendimentasi tidak terlihat.
“Karena pada penanggalan Jawa saat ini mulai tanggal 15 pasti air laut ini pasang meskipun esok hari tanggal 16 Jawa tetap pasang,” pungkasnya.
Berdasarkan pengamatan wartawan media ini di lapangan, arus air pada saat pasang arus air dari utara ke selatan. Namun sekitar pukul 10.30 yang merupakan puncak pasang aliran air berubah dari selatan ke utara. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah yang menyangkut pada tanaman perdu yang ada di kawasan pantai Kampung Ujung maupun kawasan Pantai Boom Banyuwangi umumnya.////









