“Untuk jumlah pastinya belum tau, karena hingga saat ini proses penyemprotan disinfektan masih berlangsung,” tegasnya.
Lebih jauh, pria berkacamata ini menjelaskan, selain melakukan penyemprotan disinfektan pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para peternak tetang wabah PMK.
“Harapan kita para peternak ini tidak panik dan yang terpenting selalu menjaga kebersihan kandang dan ternaknya,” bebernya.
Kholil meminta kepada para peternak untuk melaporkan ke pihak desa maupun kecamatan bila mendapati hewan ternaknya sakit.
“Sehingga petugas kami langsung melakukan pengobatan. Yang terpenting hewan ternak yang sakit jangan dijual. Karena pasti harganya murah, sehingga peternak merugi,” pungkasnya. (imam)











