Cegah dan Tanggulangi Penyebaran HIV/AIDS, Lanhara PC IPNU Banyuwangi Gelar Edukasi Kesehatan

by -9 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.com – Lembaga Anti Narkoba, HIV/AIDS, dan Radikalisme (Lanhara) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi terus memperkuat gerakan ruang aman bagi pelajar dengan menggelar edukasi kesehatan bertema “Tabu atau Harus Tahu: Know Your Body, Protect Your Future”.

Edukasi kesehatan yang diikuti pelajar dari lima kecamatan—Kalibaru, Glenmore, Genteng, Sempu, dan Songgon—ini berlangsung di Auditorium KHR. As’ad Syamsul Arifin Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB), Kecamatan Genteng, Senin (1/12/2025).


Kegiatan ini merupakan rangkaian dari gerakan besar PC IPNU Banyuwangi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bebas kekerasan serta misinformasi, khususnya terkait isu-isu kesehatan remaja.

Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Fathi Naufal Hasby, menegaskan bahwa edukasi kesehatan tidak boleh lagi dianggap tabu, terutama bagi pelajar yang berada pada fase pencarian jati diri.

“Ruang aman itu bukan hanya bebas dari kekerasan fisik atau mental. Ruang aman juga berarti bebas dari ketidaktahuan yang bisa membahayakan. Remaja harus mendapat informasi yang benar agar bisa melindungi dirinya dan temannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya menunjukkan empati kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Pemateri juga menekankan bahwa stigma negatif dan rasa malu sering membuat remaja enggan bertanya, sehingga menghambat pemahaman mereka terhadap risiko penyakit.

Data yang dipaparkan turut memperkuat pentingnya edukasi ini. Hingga Oktober 2025, Banyuwangi mencatat 289 Orang dengan HIV (ODHIV) dan 95 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut, 46,2 persen berkaitan dengan aktivitas prostitusi. Kelompok risiko lainnya meliputi LSL (23,7 persen), pasangan berisiko tinggi (16,1 persen), pasangan ODHIV (10,8 persen), waria (2,2 persen), dan pengguna narkoba suntik (1,1 persen).

Secara nasional, estimasi penyandang ODHIV mencapai 564.000 orang, namun baru sekitar 63 persen yang mengetahui status kesehatannya.

Direktur Lanhara PC IPNU Banyuwangi, Ardi, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun ruang aman bagi pelajar.

“Ruang aman itu tidak cukup menjadi wacana. Ia harus hadir melalui kegiatan, edukasi, dan pendampingan yang nyata. Kami ingin pelajar memiliki tempat yang aman untuk bertanya, memahami risiko, dan mengambil keputusan hidup yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ruang aman bagi pelajar tak hanya berkaitan dengan pencegahan kekerasan, tetapi juga perlindungan dari ancaman kesehatan dan tekanan sosial yang memengaruhi masa depan remaja.

PC IPNU Banyuwangi menilai pendidikan kesehatan sebagai elemen penting untuk memperkuat ketahanan pelajar di tengah derasnya arus informasi digital dan pergaulan yang semakin terbuka. Pendekatan edukatif yang humanis, ilmiah, dan bebas stigma dinilai efektif dalam menciptakan kesadaran dan keberanian di kalangan remaja.

Melalui kegiatan edukasi kesehatan ini, Lanhara PC IPNU Banyuwangi menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mengawal gerakan ruang aman pelajar—ruang yang memberi pengetahuan, perlindungan, serta arah bagi generasi muda untuk menata masa depan yang lebih sehat dan bermartabat.//////////

iklan warung gazebo