Calon PMI Asal Banyuwangi Diminta Bayar Ganti Rugi Oleh Perusahaan Karena Batalkan Rencana Kerja di Singapura

by -944 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Calon Pekerja Migrant Indonesia (PMI) Nova Oni Candra didampingi Migrant Care saat mengadu ke kantor BP2MI Banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Seorang calon Pekerja Migrant Indonesia (PMI) asal desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi Nova Oni Candra yang biasa disapa Candra (25 tahun) merasa ketakutan dan membatalkan rencana keberangkatan ke negara tujuan penempatan Singapura, diminta mengganti biaya sebesar Rp. 12 juta oleh salahsatu Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Menurut Candra, dirinya mulai merasa curiga proses keberangkatan melalui Petugas Lapang (PL) salahsatu Perusahaan Penempatan PMI disinyalir tidak menggunakan prosedur resmi (non prosedural) setelah mendapatkan kiriman sertifikat vaksinasi ke-3 (Vaksin Booster) yang diperoleh dengan jalur yang tidak sesuai dengan aturan yang sebenarnya.

“Pada saat saya mengecek ke aplikasi Peduli Lindungi ternyata tidak terdaftar dan dari sini mulai curiga dan ketakutan bilamana akan diberangkatkan secara ilegal dan memutuskan untuk membatalkan keberangkatan ke negara Singapura,” jelasnya.

Sebelum datang ke kantor BP2MI) Banyuwangi, ketakutan Candra bertambah setelah mendengar berita teman satu desa yang menjadi PMI bermasalah di Singapura. Selain itu dia mendapat telepon pegawai desa dan menceritakan permasalahan yang ada saat ini.

Selain itu saat menanyakan biaya yang harus dibayar kepada PL kalau mau mengundurkan diri, awalnya dijawab harus membayar sekitar Rp. 12 juta untuk biaya proses. Namun saat diminta rinciannya, pihak PL tidak mau menjawab. Malah mau melemparnya ke PT yang ada di Malang, lanjutnya .

“Waktu saya chat PL karena dia terus menghubungi kembali saya menanyakan besarnya dana yang harus dibayar kalau mengundurkan diri jawabannya ternyata berubah dengan cuma disuruh membayar biaya paspor, medical dan uang pesangon yang sudah saya pakai. Namun saat saya bertanya totalnya berapa ternyata enggak direspon sampai saat ini,” tambah Candra.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *