Bupati Malang Siapkan Sekolah Model Berbasis Kualitas, Target Nilai Kelulusan Minimal 9 pada 2026

by -5 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Malang H.M Sanusi didampingi Kepala Sekolah SDN 4 Panggungrejo Kepanjen, Istirochah saat diwawancara awak media


Malang, seblang.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai memformulasikan sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) terbaik untuk dijadikan sekolah model berbasis kualitas pendidikan. Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Bupati Malang, H.M. Sanusi, saat meninjau beberapa sekolah di Kabupaten Malang, Senin (12/1/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Malang dalam menyusun standar pendidikan unggulan yang tidak hanya berorientasi pada kelengkapan fasilitas, tetapi juga pada mutu kelulusan, pemerataan prestasi, penguatan karakter, serta moderasi beragama.


“Kita formulasi dulu sekolah-sekolah mana yang terbaik untuk dijadikan sekolah model di Kabupaten Malang. Setelah data dan fakta terkumpul, baru kita tetapkan,” ujar Bupati Sanusi saat meninjau SDN 4 Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen.

Menurutnya, arah kebijakan pendidikan Kabupaten Malang ke depan akan menitikberatkan pada kualitas yang terukur, terutama dari capaian akademik peserta didik.

“Yang jelas, Kabupaten Malang ke depan berbasis kualitas. Kelulusannya kita dorong nilainya minimal 9. Dan kelulusan itu tidak pilih-pilih, tetapi harus merata,” tegasnya.

Bupati Sanusi menyebut, pada tahap awal Pemkab Malang menargetkan 60 hingga 70 persen lulusan berkualitas tinggi, yang secara bertahap akan ditingkatkan hingga mencapai 100 persen pada tahun 2026.

“Kalau bisa 100 persen. Kalau itu tercapai, baru sekolah itu bisa dikatakan berhasil,” tambahnya.

Selain aspek akademik, Pemkab Malang juga memberi perhatian serius pada pembinaan karakter serta penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah.

“Kita bina semua umat beragama. Kita hormati keyakinan dan kepercayaannya, supaya semuanya mendapatkan pembinaan yang sama dari sekolah,” jelas Sanusi.

Salah satu sekolah yang ditinjau adalah SDN 4 Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, yang dikenal memiliki keunggulan dalam penerapan moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala SDN 4 Panggungrejo, Istirochah, menyampaikan bahwa sekolahnya telah memiliki berbagai program unggulan, meski masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pendukung.

“Kami sudah memiliki komposter. Untuk penguatan moderasi beragama, kami membutuhkan sarana pembelajaran. Bukan berarti harus ada masjid, gereja, atau pura, tetapi ruang pembelajaran agama seperti laboratorium agama Hindu dan Kristen,” terangnya usai mendampingi kunjungan Bupati Malang.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan tersebut telah mendapat respons positif dari Bupati Malang.

“Tadi, insyaallah, akan dibantu,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Malang juga meninjau berbagai aktivitas pembelajaran, mulai dari ecoprint (batik berbahan daun), karawitan, hingga ruang belajar bagi siswa beragama Hindu yang jumlahnya terbatas.

“Karena murid Hindu hanya empat orang, pembelajarannya kadang dilakukan di perpustakaan atau gazebo. Yang penting tetap terlayani,” jelas Istirochah.

SDN 4 Panggungrejo saat ini memiliki sekitar 400 siswa. Kondisi jumlah siswa bersifat dinamis karena sering terjadi perpindahan siswa masuk dan keluar, mengingat lokasi sekolah yang berdekatan dengan kompleks militer, sehingga anak mengikuti orang tua yang berpindah tugas.

Terkait target kelulusan, pihak sekolah menyatakan kesiapan mendukung kebijakan Pemkab Malang meski dilakukan secara bertahap.

“Target 60–70 persen insyaallah bisa. Bahkan 90 persen kami optimistis. Namun, untuk mencapai 100 persen tentu perlu proses bertahap dan tidak bisa langsung,” pungkasnya.

Melalui peninjauan ini, Pemkab Malang menegaskan komitmennya membangun sekolah model yang inklusif, berprestasi, dan berkarakter sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Malang secara berkelanjutan.//////////

iklan warung gazebo