Malang, seblang.com – Bupati Malang, Sanusi, secara resmi melepas keberangkatan santri asal Kabupaten Malang yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Festival Tahfidzul Qur’an tingkat internasional di Dubai, Qatar. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kecamatan Pakis, Rabu (18/2/2026).
Santri tersebut adalah Aisyah Ar-Rumy, siswi setara kelas 4 yang telah menghafal 26 juz Al-Qur’an dan akan berlaga selama tujuh hari dalam kompetisi hafalan Al-Qur’an bergengsi tersebut. Keberangkatan Aisyah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Malang karena ia tercatat sebagai satu-satunya peserta dari Indonesia dalam ajang tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sanusi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk mendukung generasi berprestasi, khususnya di tingkat internasional. Pemkab Malang memberikan bantuan uang saku sebesar Rp30 juta kepada Aisyah, mengingat seluruh biaya akomodasi dan kebutuhan utama selama di Dubai telah ditanggung panitia penyelenggara.
“Kita mendukung penuh. Untuk uang saku tadi kita bantu Rp30 juta. Akomodasi sudah ditanggung panitia dari Dubai,” tegas Sanusi usai acara pelepasan.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras dan capaian prestasi anak daerah yang membawa nama Indonesia di kancah dunia. Ia menekankan bahwa Pemkab Malang memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi dorongan konkret kepada siswa berprestasi.
“Anak-anak Kabupaten Malang yang berprestasi di level internasional wajib kita dukung. Sebelumnya atlet-atlet kita juga kita bantu. Ini komitmen pemerintah daerah agar mereka bisa fokus berprestasi tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sanusi menyoroti pentingnya pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan melalui program “Sekolah Plus Ngaji” yang telah diberlakukan melalui Surat Keputusan Bupati. Program tersebut mewajibkan peserta didik membaca kitab suci masing-masing sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
“Melalui muatan lokal yang sudah kita tetapkan, anak-anak sebelum masuk jam pelajaran diwajibkan membaca Kitab Suci. Ini bagian dari pembentukan karakter religius sejak dini,” jelasnya.
Ia berharap keberhasilan Aisyah menjadi pemicu lahirnya lebih banyak generasi Qurani dari Kabupaten Malang. Sanusi juga menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan prestasi, baik akademik maupun non-akademik.
“Harapan kita, nanti akan muncul Aisyah-Aisyah lain dari Kabupaten Malang yang bisa berkiprah di tingkat internasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Muhammad Ajir Abdi Munip, menjelaskan bahwa Aisyah lolos setelah melalui proses seleksi daring yang ketat. Peserta diwajibkan mengikuti tes hafalan secara online sebelum dinyatakan memenuhi kualifikasi.
“Seleksinya dilakukan secara online. Dari hasil tes hafalan itulah dinilai kelayakannya hingga akhirnya dinyatakan lolos,” terangnya.
Di sisi lain, Aisyah mengaku bersyukur dan bangga dapat membawa nama Indonesia dalam kompetisi tersebut. Dukungan langsung dari Bupati Malang menjadi motivasi tambahan baginya.
“Senang sekali bisa mewakili Indonesia, apalagi dapat dukungan langsung dari Bapak Bupati,” ucapnya.
Untuk memaksimalkan persiapan, Aisyah rutin melakukan murajaah atau pengulangan hafalan sebanyak tiga hingga lima juz setiap hari. Ia juga menargetkan dapat menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an dalam waktu dekat.
Keberangkatan Aisyah menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga dan akademik, tetapi juga dalam penguatan generasi Qurani yang siap bersaing di panggung internasional./////////












