“Karena nitrogennya tinggi. Tetapi kami berharap petani juga menggunakan pupuk secara berimbang, karena sudah kami sediakan lima ton per-hektare, “bebernya.
Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menyampaikan, jika para petani di Situbondo menggunakan pupuk secara berimbang dengan ketentuan yang berlaku, maka tidak akan ada kelangkaan pupuk urea di Situbondo.
“Saya sarankan petani memakai pupuk secara berimbang. Yakni urea dua kwintal, Phonska dua kwintal dan TSP satu kwintal. Dengan begitu tidak ada kelangkaan pupuk urea di Situbondo, “imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan pada Dispertangan Kabupaten Situbondo, Basmala, kepada awak media menjelaskan, bahwa untuk merealisasikan program tersebut pihaknya menggelontorkan anggaran hingga Rp 5,7 miliar.
“Di mana sumber anggaran tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Tahun 2022, “ucapnya.
Menurut Basmala, syarat petani untuk dapat bantuan pupuk gratis adalah memiliki lahan pertanian di bawah 0,5 hektare.
“Dan mereka harus terdaftar di e-RDKK. Kemudian satu KK, satu penerima, “tutupnya./////












