Bagi para guru ngaji, insentif ini disambut dengan sukacita. Viera Salsabiela Rachman, guru di TPQ Al Ansori Kabat, mengungkapkan rencananya untuk menggunakan insentif tersebut. “Saya akan membeli buku belajar, kartu nabi-nabi, dan permainan edukatif lainnya agar anak-anak dapat belajar agama sambil bermain,” katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Yusdi Irawan, menyatakan bahwa jumlah penerima insentif pada tahun 2024 sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 14.119 orang. Ia menambahkan, “Guru ngaji yang berhak menerima insentif adalah mereka yang mengasuh minimal 10 anak didik. Penyalurannya kami lakukan secara non-tunai.”
Yusdi juga menjelaskan perkembangan jumlah penerima insentif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, tercatat 12.373 guru ngaji, kemudian meningkat menjadi 13.489 pada tahun 2022.
Dengan adanya program ini, diharapkan para guru ngaji semakin bersemangat dalam menjalankan tugas mulia mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa. (*)











