Banyuwangi, seblang.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani duduk bersama para sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER) untuk membahas solusi kemacetan Pelabuhan Ketapang. Pertemuan berlangsung gayeng di Ruang Rapat Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/10/2026) sore.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi para pengemudi untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi di lapangan, terutama kemacetan yang kerap menghambat aktivitas angkutan logistik pada jalur penyeberangan Jawa-Bali.
Pertemuan itu dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekretaris Daerah Suyanto Wospo Tondo Wicaksono, Ketua KSOP Tanjungwangi Kolonel Mar. Amrul Adriansyah, Department Head Operasional dan Teknik Armada ASDP Ketapang Didi Juliansah, perwakilan Pelindo, serta sejumlah pihak terkait.
Sebelumnya, para sopir truk menggelar aksi di Kantor Pemkab Banyuwangi pada Rabu (14/10/2026). Mereka meminta bertemu langsung dengan Bupati Ipuk untuk menyampaikan keluhan sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan kemacetan di kawasan pelabuhan.
Dalam audiensi tersebut, berbagai persoalan dibahas bersama sesuai kewenangan masing-masing instansi. Sejumlah usulan pun disepakati sebagai langkah untuk meningkatkan pelayanan dan memperlancar aktivitas penyeberangan.
Salah satu poin yang dibahas adalah penerapan time table atau jadwal keberangkatan kapal secara tepat waktu. Apabila terjadi pelanggaran jadwal, KSOP akan memberikan teguran hingga penalti sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, muncul usulan pemberian kompensasi kepada pengguna jasa apabila terjadi keterlambatan keberangkatan lebih dari 12 jam di Pelabuhan ASDP Ketapang, sepanjang penyebabnya bukan faktor alam atau cuaca. Pembahasan juga mencakup enam poin usulan lainnya.












