Mojokerto, seblang.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjenguk korban keracunan massal menu MBG di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. Soekandar, Mojosari, Rabu (14/1/2026). Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra.
Peristiwa keracunan massal tersebut menimpa ratusan siswa di wilayah Kecamatan Kutorejo setelah menyantap menu MBG pada pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Bupati Gus Barra menepis data jumlah pasien yang beredar secara sepihak di media sosial dan menyampaikan data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.
Menurut Gus Barra, total pasien terdampak yang mendapatkan perawatan mencapai 411 orang. Penanganan kasus telah dilakukan sejak 10 Januari 2026 dengan membuka Posko Penanganan Cepat di Pondok Pesantren Annur, yang dipilih karena menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak.
“Masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan di posko maupun rumah sakit. Apabila kondisi pasien memburuk, akan segera dirujuk ke rumah sakit lain di Kabupaten Mojokerto yang masih memiliki ketersediaan tempat tidur,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerimaan pasien dengan keluhan keracunan MBG saat ini telah ditutup karena masa inkubasi penyakit dinyatakan telah terlewati. Dari total pasien, sebanyak 334 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 77 pasien lainnya masih menjalani perawatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari, dr. Gigih Setijawan, Sp.P., MARS, serta unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). (rd)










