Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan bantuan uang saku dan transportasi senilai Rp 8,26 miliar kepada 1.722 pelajar. “Bantuan ini penting agar siswa tidak minder ke sekolah,” jelas Ipuk.
Program lainnya seperti Siswa Asuh Sebaya (SAS) telah menyalurkan lebih dari Rp 22 miliar, sementara Program Rindu Bulan fokus mengembalikan anak tidak sekolah ke pendidikan kesetaraan.
Ipuk mengklaim berbagai intervensi ini telah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan. “Rata-rata lama sekolah naik dari 7,66 tahun pada 2022 menjadi 7,76 tahun pada 2023. Harapan lama sekolah juga meningkat dari 13,11 menjadi 13,12 tahun,” ungkapnya.
Bupati menegaskan simulasi program makan siang bergizi akan diperluas ke sekolah lain secara bertahap. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan di Banyuwangi.









