Banyuwangi, seblang.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Jumat (27/03/2026).
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ruliyono, didampingi Michael Edy Hariyanto, serta diikuti anggota dewan dari berbagai fraksi.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, staf ahli, asisten, jajaran kepala SKPD, kepala bagian, kepala bidang, camat, lurah, serta undangan lainnya.
“Mengingat penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir, saya selaku kepala daerah berkewajiban menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD melalui rapat paripurna ini,” ujar Ipuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menyampaikan sejumlah capaian penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja pembangunan tahun 2025 yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025.
Ia menuturkan, berbagai program kerja dan inovasi yang dijalankan sepanjang 2025 memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari capaian indikator kinerja utama, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, hingga pertumbuhan ekonomi.
“IPM Banyuwangi pada 2025 naik menjadi 75,17 dari tahun 2024 sebesar 74,30 atau mencapai 100,40 persen dari target. Sementara persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen, atau mencapai 102,54 persen dari target,” jelasnya.
Selain itu, Indeks Gini menurun dari 0,312 pada 2024 menjadi 0,290 pada 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen.
Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 tercatat sebesar 5,65 persen, meningkat dari 4,68 persen pada 2024 atau naik 0,97 poin persentase.
“Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menjadi capaian tertinggi selama periode 2021–2025, dengan realisasi mencapai 115,31 persen dari target,” imbuh Ipuk.
Di sektor urusan pemerintahan, Indeks Pendidikan pada 2025 mencapai 0,63 atau 101,61 persen dari target. Sementara Indeks Kesehatan mencapai 0,84 atau 107,69 persen dari target.
Pada sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan nusantara meningkat dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang pada 2025. Wisatawan mancanegara juga meningkat dari 122,90 ribu orang menjadi 166,99 ribu orang.
Terkait realisasi keuangan daerah, pendapatan daerah tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp3,511 triliun dan terealisasi Rp3,600 triliun atau 102,54 persen.
Belanja daerah ditetapkan sebesar Rp3,970 triliun dengan realisasi Rp3,621 triliun atau 91,21 persen. Sementara pembiayaan netto dari target Rp459,2 miliar terealisasi Rp340,8 miliar atau 74,23 persen. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat sebesar Rp319,8 miliar.
Dalam penyampaian LKPJ tersebut, Ipuk juga memaparkan berbagai penghargaan yang diraih Banyuwangi sepanjang 2025, antara lain predikat penyelenggaraan pemerintahan daerah berkinerja tinggi dari Kementerian Dalam Negeri, kabupaten terinovatif se-Indonesia, serta tata kelola pemerintahan daerah terbaik.
Selain itu, Banyuwangi juga meraih Best Smart Branding Innovation dalam Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025, Most Inspiring Tourism Leader dalam Wonderful Indonesia Award 2025, pengelolaan JDIH terbaik, Kabupaten Sehat Swasti Saba kategori Padapa, serta SPBE terbaik se-Indonesia.
“Kami menyadari masih banyak yang perlu dibenahi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Banyuwangi. Masukan dari pimpinan dan anggota dewan akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan,” pungkasnya.//////////










