Pada Tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diprediksi akan mencapai 324 juta jiwa, berada posisi ke 6 di dunia, dan 65,79 persen merupakan kelompok usia produktif.
Bupati Ipuk menambahkan, dalam menyongsong tahun 2045, maka persiapannya harus dimulai dari sekarang. Kalau harus menunggu di tahun 2040 itu sudah sangat terlambat.
“Namun tidak ada kata terlambat, masih ada 20 tahun kedepan, sehingga dengan konsep pendidikan dan pendampingan yang tepat anak- anak kita di usia sekarang. Mudah mudahan kita akan mempersiapkan generasi yang lebih hebat dalam menyambut bonus demografi di tahun 2045 mendatang,” tegas Ipuk.
Lebih lanjut dia berpesan kepada generasi muda LDII untuk melakukan berbagai kegiatan positif dan menghindari perbuatan negatif seperti bulying, pornografi, dan kegiatan kegiatan yang tidak bermanfaat.”Mudah mudahan kalian menjadi kebanggaan kami dimasa mendatang,” pungkas Bupati Ipuk.
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, KH. Astro Junaidi mengungkapkan karakter bangsa merupakan elemen penting yang perlu diperkokoh melalui penguatan kualitas pemuda Indonesia yang memiliki jati diri wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalis yang kuat.
“Kami laporkan kepada ibu Bupati Banyuwangi, Permata CAI kali ini diikuti 500 peserta, yang terdiri dari para santri pondok, pelajar usia SMA, mahasiswa dan usia pra nikah.Kalau di LDII usia pra nikah itu ada wadah tersendiri yang di sebut GSM (Generasi Siap Mandiri),” jelas KH. Astro.
Dia menuturkan dalam seremoni pembukaan Permata CAI 2024 dikunjungi oleh sekitar 2000 warga yang terdiri dari Pengurus PC, PAC , para orang tua /walipeserta, Majelis taklim LDII dan masyarakat Banyuwangi yang lain.
“LDII selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah. Pembinaan generasi muda kami hadirkan pemateri dari Dinas Pemuda dan Olahraga, sedangkan untuk nasionalisme dan wawasan kebangsaan dari Bakesbangpol Banyuwangi,” pungkas KH. Astro Junaidi.











