”Ada lebih dari sekitar 200 ribu warga Banyuwangi yang masuk usia lanjut karena fasilitas kesehatan yang bagus dan keuangan yang baik sehingga bisa mengakses fasilitas sehingga kesempatan hidupnya lebih panjang,” ujar Hasan Basri.
Selanjutnya mengutip salahsatu data salah seorang praktisi perbankan, dalam sepuluh tahun mendatang tepatnya tahun 2033 ada dua kabupaten yang diproyeksi menjadi next urban atau kabupaten yang menuju kota metropolitan yaitu kabupaten Banyuwangi dan Jember.
“Ini merupakan tantangan yang dihadapi dan mengambil tindakan. Jangan sampai kemajuan ekonomi pembangunan fisik di Banyuwangi ini tanpa dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan kebudayaan,” imbuh Hasan Basri.
Lebih lanjut dia menambahkan pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih atas keseriusan pemkab Banyuwangi dalam membangun dan memajukan daerah dengan tidak melupakan pembangunan kemanusiaan kehalusan budi dan sisi kehalusan seni budaya.
“Kalau itu terlambat dilakukan maka kata seorang penulis Banyuwangi akan kehilangan daya saingnya. Sehingga pembangunan bidang kebudayaan sangat penting,” tambah Hasan Basri.
Selanjutnya dia mengungkapkan di Banyuwangi tercatat lebih dari seribu sanggar seni yang tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Banyuwangi. Kenyataan ini merupakan angka yang besar dan tidak dijumpai di kabupaten/kota lain di Indonesia.
Hasan Basri menegaskan dalam upaya membangun dan mengembangkan seni budaya, DKB Banyuwangi siap berkolaborasi dan bekerjasama dengan pemerintah dan stakeholder terkait yang lain.//////










