Pengelolaan sampahnya kini mandiri dan berkelanjutan di bawah pemerintahan desa. Hingga saat ini, mereka mampu mengekspor plastik daur ulang ke Austria sebanyak 8 ton dan Malaysia sebanyak 6 ton setiap bulannya.
“Kami terus mendorong pertumbuhan TPS 3R di Banyuwangi. Saat ini sudah ada 19, dan kami akan terus meningkatkannya. Kami juga memiliki TPS Balak berkapasitas 84 ton/hari yang mencakup 5 kecamatan, hasil kerjasama dengan Norwegia. Bahkan, dalam waktu dekat, Banyuwangi akan memiliki pabrik pengolahan plastik low value pertama di Indonesia,” tambahnya.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dwi Handayani, TPS 3R Muncar telah mendapatkan Sertifikat Kredit Plastik dari lembaga internasional Verra. Sertifikat ini memberikan insentif kepada organisasi pengumpul dan pendaurulang plastik.
“Sertifikat Kredit Plastik adalah instrumen keuangan baru untuk memberi insentif pada penghapusan plastik dari lingkungan, termasuk daur ulang plastik menjadi produk baru dan kemasan. TPS 3R Muncar telah memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikat ini,” ungkap Yani.
Sertifikat ini memiliki dua manfaat utama, yaitu mengurangi pencemaran sampah plastik dan mengembangkan industri daur ulang sampah plastik.
“Industri yang tidak mampu mengelola sampah plastik dapat bekerja sama dengan industri daur ulang sampah plastik untuk mendaur ulang sampah, meskipun dengan biaya. Hal ini akan meningkatkan pendapatan TPS,” jelas Yani. (*)










