Banyuwangi, seblang.com – Panitia Gebyar Lebaran Pantai Marina Boom 2026 memberikan santunan kepada Suro Hadi (56), korban dugaan tindak kekerasan oleh WNA asal Rusia di kawasan Pantai Marina Boom. Santunan diserahkan langsung di kediaman korban di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kamis (2/4/2026).
Kehadiran panitia turut didampingi Camat Banyuwangi dan Lurah Kepatihan sebagai bentuk dukungan moril kepada korban. Bantuan yang diberikan murni merupakan bentuk kepedulian panitia atas insiden tersebut.
Ketua Panitia Gebyar Lebaran, Subagio, tidak hanya menyampaikan empati, tetapi juga menyoroti keras sikap WNA yang dinilai tidak beretika dalam kejadian itu.
“Sejak tahun 2002 hingga 2026, baru kali ini terjadi kejadian seperti ini. BIYC itu kan ganti manajemen. Alasannya sound tidak boleh keras, padahal mana ada konser musik tanpa sound system yang keras. Ini kan di luar ruangan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan alasan yang dinilai tidak masuk akal terkait dampak suara.
“Katanya sampai menimbulkan getaran di sana, itu aneh. Jaraknya jauh ke BIYC, terhalang laut lagi. Pengelola sebelumnya tidak pernah ada masalah, aman-aman saja. Baru kali ini sejak Andrew itu,” lanjut Subagio.
Lebih jauh, ia menyayangkan tindakan yang dianggap tidak menghargai pihak penyelenggara.
“Yang kami sesalkan, tidak ada etika. Langsung memutar knob tanpa izin. Seharusnya meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik sound,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Banyuwangi, Andik Basuki, yang hadir mendampingi menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas serta memberikan dukungan kepada korban.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada korban. Semoga segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Kami juga mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif,” kata Andik.
Korban, Suro, mengaku kondisinya saat ini mulai membaik meski masih menjalani perawatan akibat cedera yang dialaminya.
“Alhamdulillah sudah agak baikan, tapi masih ada terkilir. Masih terapi terus sampai sekarang,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Suro mengaku sudah sekitar satu minggu tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
“Sudah semingguan saya tidak bisa kerja,” ungkapnya.
Suro juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan panitia Gebyar Lebaran. Ia berharap kegiatan tahunan tersebut tetap berjalan lancar tanpa terganggu insiden yang menimpanya.
“Alhamdulillah dapat dukungan dari teman-teman panitia. Ini kan acara tahunan, jadi jangan sampai terganggu,” katanya.
Terkait proses hukum, Suro menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang dan menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses yang berjalan.
“Sudah masuk ranah hukum, jadi kita ikuti saja prosesnya,” tegasnya.
Hingga saat ini, korban mengaku belum menerima permintaan maaf dari pihak pelaku dan belum pernah bertemu secara langsung, baik dengan pelaku maupun kuasa hukumnya. Meski demikian, ia memastikan tidak ada intimidasi yang diterima selama proses berlangsung.//////










