Budidaya Maggot Janjikan Rupiah dan Kebersihan Lingkungan di Banyuwangi

by -1149 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Agus Supriadi, Koordinator Bank Sampah Banyuwangi saat memberikan contoh cara pemberian makanan pada maggot


Agus juga menerangkan, maggot cuman membutuhkan sampah organik untuk tumbuh, selama seminggu belatung yang dihasilkan dari telur lalat hitam (BSF) itu sudah siap panen.

“Dari pembibitan yakni baby maggot sampai nanti besar penjualan (panen), hanya membutuhkan waktu satu minggu. Tergantung makanan itu sendiri,” kata Agus.

Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 2 sampai 5 kali bobot tubuhnya selama 24 jam. Satu kilogram maggot dapat menghabiskan 2 sampai 5 kilogram sampah organik per hari.”Segerombolan maggot ini hanya membutuhkan sekitar  30 menit untuk menjadikan sampah organik bisa terurai,” imbuhnya.

Agus menuturkan, selain bisa mengurai sampah organik, ternyata maggot juga memiliki nilai rupiah. Dimana pangsa  pasar maggot adalah para peternak lele, ayam, burung  hingga peternak ikan hias.

“Setiap hari kita bisa menghasilkan 75 – 100 kilo maggot, dengan harga per kilogramnya Rp 6 ribu – Rp 7 ribu. Bahkan kami masih kekurangan stok dari permintaan konsumen,” ungkapnya.

Saat ini Bank Sampah terus berupaya melakukan perluasan pengembangan budidaya maggot melalui mitra Bank Sampah, yang tersebar di sejumlah daerah di Banyuwangi.

“Kita kembangkan dengan beberapa mitra yang sudah ada, mulai  dari Banyuwangi Kota sampai Rogojampi dan Jajag. Itu tanpa modal, mereka kita berikan bibit secara gratis, melakukan pembesaran, mereka juga tidak kesulitan pemasaran. Karena kita yang membelinya,”  pungkas Agus.////

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *