Mojokerto, seblang.com – BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan melalui penguatan integrasi sistem informasi dengan fasilitas kesehatan. Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tersebut, BPJS Kesehatan memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah rumah sakit yang dinilai aktif dan konsisten dalam mengimplementasikan integrasi sistem informasi dengan BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto menyerahkan piagam penghargaan kepada sepuluh rumah sakit yang berkomitmen dalam implementasi integrasi sistem dengan BPJS Kesehatan. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Elke Winasari, mulai Senin (23/12).
Adapun rumah sakit penerima penghargaan tersebut meliputi RS Kamar Medika, RSI Hasanah, RS Mutiara Hati, RS Reksa Waluya, RS Dian Husada, RS Emma, RS Nahdlatul Ulama Jombang, RS Pelengkap Medical Center Jombang, dan RS Islam Jombang. Piagam penghargaan ini ditandatangani oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Ir. Edwin Aristiawan, MM.
“Integrasi sistem bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, namun menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN. Dengan sistem yang terintegrasi, proses administrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan akurat, sehingga peserta dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal,” ujar Elke Winasari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rumah sakit yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan. Menurutnya, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi fasilitas kesehatan lainnya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mengembangkan sistem layanan berbasis digital.
“BPJS Kesehatan sangat mengapresiasi rumah sakit yang proaktif dalam implementasi integrasi sistem. Komitmen ini menunjukkan kesamaan langkah antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan setara bagi peserta JKN,” tambahnya.
Direktur RS Reksa Waluya, Ida Irmawati, menyampaikan bahwa integrasi sistem dengan BPJS Kesehatan memberikan banyak manfaat, baik bagi rumah sakit maupun pasien.
“Adanya sistem integrasi ini membantu alur pelayanan menjadi lebih tertata dan efisien. Data peserta JKN dapat diakses dengan mudah, sehingga membantu tenaga medis dan petugas administrasi dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan sesuai prosedur,” ungkapnya.
RS Reksa Waluya, lanjut Ida, berkomitmen untuk terus meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan. Sinergi antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dinilai sangat penting untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas apresiasi yang diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sinergi demi memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi pasien,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan RS Nahdlatul Ulama Jombang, Ade Armada, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, khususnya melalui Aplikasi Mobile JKN, sangat mempermudah pasien dalam melakukan pendaftaran serta memperoleh kepastian layanan di rumah sakit.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas perhatian dan dukungan dalam integrasi sistem antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan sistem agar selaras dengan BPJS Kesehatan,” ujar Ade Armada.///////












