Bongkar Dugaan Mafia Solar di SPBU Jember, Anggota DPRD Terlibat Kejar-kejaran hingga 40 Km

by -0 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W Sulaksono
Anggota DRPD Jember David Handoko Seto saat melakukan pelaporan ke Mapolres Jember, Sabtu (14/3/2026).


Jember, seblang.com – Dugaan praktik pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara ilegal terjadi di Kabupaten Jember. Sebuah truk yang diduga milik jaringan mafia solar kabur saat hendak diamankan setelah melakukan pengisian di SPBU.

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU 54.681.11 di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Sabtu dini hari (14/3/2026).

Insiden itu bahkan berujung aksi kejar-kejaran sejauh puluhan kilometer yang berlangsung dramatis dan nyaris membahayakan keselamatan.

Peristiwa ini pertama kali diungkap Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto. Ia mengaku menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pengisian BBM bersubsidi secara ilegal di SPBU tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, David yang juga menjabat Sekretaris Komisi C DPRD Jember sekaligus Ketua Baret Rescue NasDem, mendatangi lokasi sekitar pukul 01.30–02.00 WIB bersama rekannya, Candra Irawan. Mereka menggunakan mobil Ford Everest 4WD milik tim relawan kebencanaan NasDem.

“Saya awalnya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya pengisian BBM bersubsidi yang diduga ilegal di sini. Laporan ini sebenarnya sudah beberapa kali saya terima, tetapi baru tadi malam saya cek langsung. Saat saya datang sekitar pukul setengah dua atau dua dini hari, kondisinya gelap dan saya menemukan sebuah truk sedang melakukan pengisian solar,” kata David saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Jember.

Saat tiba di lokasi, David menyorotkan lampu mobil ke arah truk yang terparkir di area SPBU. Dari pengamatannya, terlihat dua selang pengisian solar masuk ke bagian bak belakang truk. Ketika diperiksa lebih dekat, ia mendapati empat tandon berkapasitas besar di dalam bak kendaraan tersebut.

“Setelah saya naik ke bak truk, ternyata ada empat tandon. Informasi dari sopirnya, masing-masing tandon berkapasitas sekitar 1.000 liter. Saat kami menemukan, meter pengisian sudah menunjukkan angka lebih dari satu juta rupiah dan tandon paling belakang sepertinya sudah penuh,” ujarnya.

Mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, David kemudian meminta pihak Polsek Sumbersari serta Ketua Hiswana Migas setempat datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ia mengaku tidak ingin mengambil tindakan sendiri agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.

“Saya mengundang Polsek Sumbersari dan juga Ketua Hiswana Migas untuk kroscek karena saya tidak memahami secara teknis soal distribusi BBM bersubsidi. Setelah mereka datang, kami sepakat agar truk dan solar yang ada diamankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Namun situasi berubah tiba-tiba. Sopir yang awalnya berada di lokasi menghilang dan muncul orang lain yang diduga mengambil alih kendaraan tersebut. Tanpa diduga, truk tiba-tiba melaju meninggalkan lokasi SPBU.

“Awalnya sopirnya hilang, lalu muncul orang lain. Tiba-tiba truk itu kabur. Akhirnya kami kejar menggunakan mobil rescue,” kata David.

Aksi pengejaran pun berlangsung dramatis. David bersama rekannya mengejar truk tersebut hingga sekitar 40 kilometer melewati sejumlah wilayah, mulai dari Sumbersari, Mumbulsari, Tempurejo, Jenggawah hingga berakhir di Kecamatan Ambulu.

“Kalau jaraknya kurang lebih hampir 40 kilometer. Truk itu sempat muter-muter di jalan desa dan kampung. Kejar-kejaran berlangsung hampir satu jam,” ungkapnya.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika truk tersebut berhenti di sekitar Jembatan Pontang, Desa Pontang, Kecamatan Ambulu. Saat David mencoba menghadang dari depan, mobilnya justru dipepet hingga hampir tercebur ke sungai.

“Di Jembatan Pontang itu mobil saya dipepet dan hampir dimasukkan ke sungai. Untung tertahan pagar jembatan. Lampu kanan mobil rusak dan besinya sampai menembus hingga ban depan pecah,” ujarnya.

Situasi semakin memanas ketika sekitar 15 orang pemuda tiba-tiba datang dan diduga menyerang David serta rekannya.

“Ada sekitar 15 orang anak muda yang tiba-tiba menyerang kami. Saya sempat terkena dua pukulan di kepala. Namun karena situasi panik dan banyak orang, saya tidak terlalu merasakan. Akhirnya saya dorong pintu mobil hingga mereka mundur, lalu saya teriak maling dan mereka langsung lari,” katanya.

David menduga kelompok tersebut merupakan bagian dari jaringan yang terkoordinasi dengan truk yang melarikan diri. Ia menyebut kendaraan yang diduga terlibat memiliki ciri-ciri berwarna biru dengan nomor polisi DK 6484 AS, merek Mitsubishi Fuso, dengan bak belakang tertutup tanpa identitas perusahaan.

“Plat nomornya DK 6484 AS, warna biru, diduga Mitsubishi Fuso. Bagian belakangnya tertutup tanpa identitas apa pun,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, David kemudian membuat laporan polisi di SPKT Mapolres Jember. Ia melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi serta percobaan pembunuhan yang dialaminya.

Sementara itu, Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan memastikan pihak kepolisian tengah menindaklanjuti laporan tersebut. Polisi telah berkoordinasi dengan David dan para saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Terkait kejadian dini hari tadi saat sahur mengenai dugaan pengisian BBM ilegal yang ditemukan oleh saudara kita Pak David, kami dari Polres Jember langsung berkoordinasi dengan beliau dan para saksi untuk membuat laporan polisi dan segera menindaklanjutinya,” kata Ferry.

Ia menegaskan kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi karena dapat merugikan masyarakat luas.

“Siapa pun yang berada di balik kegiatan ini tentu akan kami tindak tegas. Jika pembelian ilegal seperti ini dibiarkan, bisa menyebabkan kelangkaan BBM di Jember. Karena itu kami akan bekerja sama dengan Hiswana Migas, Pertamina, dan pengelola SPBU untuk mencegah adanya oknum yang bermain,” tutupnya.///////

iklan warung gazebo