Untuk saat ini, terkait penanganan pasien tersebut tidak boleh sampai dehidrasi. “Kemudian menjaga termoregulasinya supaya tidak mengalami hipotermi,” ungkap dr. Gebyar.
Lebih lanjut, dr. Gebyar menerangkan, terkait asupan gizi terhadap pasien kelainan kulit itu. Harus tetap mendapatkan perhatian khusus.
“Kita tidak tahu di dalam mlukosa saluran nafas maupun saluran ususnya. Makanya kita harus perhatikan asupan gizinya juga,” katanya.
“Kemudian kita cegah dengan pemberian antibiotik juga, supaya tidak terjadi infeksi sekunder,” imbunya.
Ditanya soal perawatan pasien yang mengalami kelainan kulit apakah membutuhkan waktu yang lama?.
“Memang untuk pasien SJS atau TEN ini cukup lama (perawatannya). Yang penting dia tidak terjadi gangguan termoregulasi dan gangguan infeksi. Rata-rata berbulan-bulan. Kemudian, gejala sisa, nanti akan kita konsultasikan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, beredar foto bocah laki-laki yang kulitnya melepuh di sekujur tubuhnya. MAP (14) warga Dusun Sumberan, Desa dan Kecamatan Ambulu.
Diduga, kulitnya melepuh usai mandi di aliran sungai irigasi areal persawahan wilayah desa setempat, Kamis (4/1/2024) lalu.//////












