Kedatangan Profesor Groen merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat (penmas) FIKKIA Universitas Airlangga Banyuwangi. Salah satu agenda utamanya adalah sesi berbagi pengalaman dengan dokter-dokter di Banyuwangi terkait aspek medis dalam bedah saraf.
“Kami mendapat masukan agar berinvestasi dengan menambah dokter ahli bedah saraf dan alat operative microscope, mengingat jumlah penduduk Banyuwangi yang cukup banyak dan luasnya wilayah,” jelas Ipuk.
Profesor Groen berbagi pandangannya setelah berdiskusi dengan dokter-dokter lokal. Menurutnya, perlunya peningkatan tenaga medis dan peralatan bedah saraf mengingat jumlah pasien di Banyuwangi yang memerlukan tindakan bedah semacam itu.
“Setelah sharing dengan teman-teman dokter, rupanya cukup banyak pasien mendapat tindakan medis bedah saraf. Seperti pasien-pasien dengan penyakit tumor. Dan menurut saya perlu ditambahi tenaga medis dan peralatannya,” kata Prof. Groen.
Dia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengenalan gejala awal penyakit saraf dan pentingnya pemeriksaan dini.










