Kendati demikian, keahlian tersebut bisa dimiliki oleh setiap warga binaan jika terus diasah dan dipelajari.
“Karenanya kami berikan kesempatan kepada warga binaan kami untuk turut belajar mengenai cara pembuatan celengan dari koran bekas ini,” ucapnya.
Hasil kerajinan berupa celengan tersebut selanjutnya dipasarkan kepada masyarakat melalui galeri hasil kerajinan warga binaan yang tepat berada di depan Lapas Banyuwangi dan juga dipamerkan pada saat kegiatan kunjungan tatap muka.
“Hasil karya warga binaan tersebut kami jual dengan kisaran harga 30-50 ribu, tergantung dari bentuk dan ukuran celengan,” urainya.
Para warga binaan yang turut memproduksi celengan tersebut selain mendapatkan ilmu, juga mendapatkan premi dari hasil penjualan sebagai bentuk apresiasi dan motifasi untuk terus meningkatkan kreatifitasnya.
Wahyu berharap dengan pembinaan yang diberikan dapat menjadi sarana untuk merubah perilaku warga binaan kearah yang lebih baik dari sebelumnya.
“Tentu kami berharap ilmu dan keahlian positif yang didapatkan saat menjalani pidana dapat mereka terapkan pada saat mereka bebas nanti, terlebih lagi dapat mereka kembangkan untuk mencari nafkah,” pungkasnya.//////










