Lebih mengejutkan lagi, motif di balik kejahatan ini ternyata berawal dari dendam pribadi. Tersangka utama mengenal korban melalui Facebook dan merasa dirugikan dalam urusan investasi kripto. Gagal mendapat untung, Hairul justru merancang skenario penyamaran sebagai polisi untuk merampas harta korban.
“Pagi ini, kami juga berhasil menangkap rekan komplotannya yakni Habibie di Subang yang berperan sebagai tim IT-nya sindikat tersebut,” ujar Kombes Pol Rama.
Perlu diketahui, seragam dan atribut Polri yang digunakan sindikat ini dibeli dari toko di Bekasi. “Para pelaku merekayasa seolah-olah mereka satu tim gabungan dari kepolisian. Modus ini mereka gunakan agar korban tidak curiga dan tunduk,” tambah Kapolresta.
Pengungkapan ini merupakan salah satu kasus paling menonjol dalam Operasi Pekat Semeru yang digelar selama dua pekan, 1-14 Mei 2025. Dalam operasi tersebut, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 25 kasus dengan 37 tersangka, didominasi kejahatan premanisme dan pencurian dengan kekerasan.
Pihak kepolisian masih memburu anggota sindikat lainnya dan mendalami kemungkinan adanya korban lain di luar Banyuwangi. “Kami terus kejar pelaku lain. Ini bukan kejahatan biasa, tapi terorganisir dan sangat meresahkan,” tegas Kombes Pol Rama./////////










