Dalam penanganan stunting, Banyuwangi telah mengidentifikasi data by name, by address, berikut faktor resikonya. Setelah dilakukan identifikasi, penanganan dilakukan secara gotong royong lintas sektoral. Misalnya karena faktor ekonomi, anak nelayan miskin mengalami mal nutrisi sehingga terindikasi stunting.
Usai dari Pasar Muncar Ipuk langsung membagikan hasil belanjanya pada anak yang teriidentikasi berpotensi stunting. Seperti anak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Selain itu Ipuk juga menjenguk dan membagikan hasil belanjanya di empat anak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. “Tolong gizinya anak-anaknya dijaga. Kalau membutuhkan sesuatu bisa langsung menghubungi petugas kesehatan atau kepala desa. Jangan sungkan,” kata Ipuk pada orangtua mereka.
Pada petugas kesehatan yang mendampingi tumbuh kembang anak tersebut, Ipuk meminta untuk rutin melakukan pemeriksaan.
Ipuk menjelaskan penanganan stunting harus dilakukan secara bergotong royong. Tanggung jawab penanganan stunting tidak hanya tugas Puskesmas dan Dinas Kesehatan, melainkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut terlibat.
Ini karena penyebab stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, melainkan banyak faktor.
“Bisa faktor lingkungan dan banyak lainnya. Karena jtu penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua OPD harus bergerak bersama. Gerakan belanja ini juga salah satu upaya menekan stunting,” jelas Ipuk. (*)












