Bawaslu Kabupaten Situbondo Adakan Sosialisasi Melawan Hoax !  

by -844 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W. Sulaksono

“Keberlimpahan dan kemudahan masyarakat mengakses informasi tanpa filter atau dipilah akan menjadikan boom waktu yang dapat memicu efek domino nantinya. Saling sindir, saling fitnah, dan saling adu argumen tanpa data adalah beberapa contohnya,” papar anggota KPU Kabupaten Situbondo itu.

Perbedaan penggunaan hoax dalam pemilu setiap tahunnya, kata Imam, pada tahun 2014 hoax menyerang perasaaan dan pikiran publik terhadap salah satu kandidat.

“Sedangkan pada tahun 2019 hoax menyerang pandangan publik terhadap penyelenggara pemilu,” kata Imam saat memaparkan materinya di acara tersebut.

Penggunaan media sosial sebagai alat penyebar hoax dan ujaran kebencian oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menghasut masyarakat yang lebih luas merupakan bukti bahwa manusia hari ini sudah diatur oleh sistem atau media.

“Saat ini bukan lagi Jaman Homo Sapien, namun sudah jamannya Homo digitalisasi. Dimana manusia teleh diatur oleh sistem atau media baik secara langsur maupun tidak,” tuturnya.

Imam Nawawi berharap pada pemilu tahun 2024 tidak ada lagi penggunaan berita hoax atau ujaran kebencian untuk menjatuhkan serta memecah belah masyarakat. “Yang lebih berbahaya adalah kebohongan yang diucapkan oleh orang atau lembaga terintegras sehingga menjadi sebuah kebenaran dan diamini masyarakat,” pungkasnya./////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *