Ipuk juga mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuka beasiswa seni kerjasama dengan Institute Seni Indonesia (ISI) Solo bagi mereka yang tertarik untuk menekuni bidang seni.
Perlu dicatat bahwa Kampung Inklusi Banyuwangi adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada membangun lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas di masyarakat Banyuwangi, dengan tujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif. Berpusat di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kampung Inklusi melakukan gerakan melalui pendidikan, pengembangan, dan pemberdayaan teman-teman difabel.
Kesempatan tampil di forum internasional ini didapat setelah mereka melewati seleksi yang diadakan oleh Kementerian Sosial. “Waktu seleksi, kami mengirimkan video tarian dari anak-anak. Alhamdulillah, kami berhasil lolos dari puluhan peserta seleksi di seluruh Indonesia,” ujar Pembina Kampung Inklusi, Sri Wahyuni.
Tim penari yang akan berangkat terdiri dari 10 orang, berasal dari SLB tingkat SMA dan perguruan tinggi. Mereka berkolaborasi dengan tim pemusik untuk menciptakan gerakan tarian yang akan mereka persembahkan. “Anak-anak bersama para pemusik menciptakan gerakan tari dalam tempo empat hari. Mereka sangat antusias dan totalitas dalam persiapan untuk tampil mewakili daerah,” tambah Sri Wahyuni. (*)









